adil jangan menyesatkan orang

Title

adil jangan menyesatkan orang

Subject

Petua

Creator

Tenas Effendy

Source

Tunjuk Ajar Melayu

Identifier

3519

Text

berjalanlah engkau dengan bismillah
mohon bimbingan kepada Allah
hamba iringkan dengan doa
semoga engkau diberkahi Allah

usailah sudah petuah amanah
menyampaikan hutang sesama manusia
kepada Allah kita berserah
semoga hidup selamat sejahtera
wahai anak dengarlah amanah,
ilmu terima hamba ikhlaskan
mana yang baik engkau amalkan
jikalau buruk jangan disimpan

hidup di dunia hanya sekejap,
luruskan iman benarkan ucap

hidup di dunia jangan terbuang
dunia diisi akhirat dituang
di dunia selamat akhirat tenang
barulah sempurna menjadi orang

hidup di dunia tidakkan lama,
taatlah engkau dalam agama

hidup di dunia tidakkan kekal,
bergegaslah engkau menyiapkan bekal

hidup di dunia hanya sebentar,
manfaatkan olehmu tunjuk dan ajar

ingatlah hidup akan mati
siapkan bekal di akhirat nanti

hidup di dunia amatlah singkat,
carilah bekal bercepat-cepat

bila datang orang mengumpat,
sabarkan hati supaya ingat

bila datang orang menyanjung,
janganlah engkau menjadi sombong

bila datang orang memuji,
janganlah engkau lupakan diri

bila datang orang mencaci,
jangan kau simpan di dalam hati

bila datang orang memfitnah,
butakan mata pekakkan telinga

bila datang orang menghasut,
bujuk rayunya jangan kau turut

bila orang datang berguru,
ajari olehmu mana yang tahu

bila orang datang bertanya,
jawab olehmu dengan jujurnya

bila orang meminta pendapat,
janganlah engkau berlaku khianat

bila orang meminta perlindungan,
janganlah engkau berlepas tangan

bila orang meminta bantu,
janganlah engkau menutup pintu

bila orang meminta nasehat,
janganlah engkau berlaku jahat

bila orang meminta tolong,
janganlah engkau berlagak sombong

wahai anak peganglah amanah:
aib orang jangan disimbah
malu orang jangan didedah
kelemahan orang jangan dicacat
kebodohan orang jangan diungkat

supaya mati tidak menyesal,
selagi hidup banyakkan amal

supaya hidupmu beroleh rahmat,
mengerjakan ibadah hendaklah taat

supaya hidupmu beroleh berkah,
banyakkan sujud menyembah Allah

supaya selamat dunia akhirat,
banyakkan amal, kuatkan ibadat

supaya dirimu tidak ternista,
jauhkan sifat bohong dan dusta

supaya dirimu tidak terlapah,
jauhkan sifat tomah dan fitnah

supaya dirimu tidak tersesat,
jauhkan sifat hasung dan hasad

supaya dirimu tidak melarat,
jauhkan sifat dengki khianat

supaya dirimu tidak terkeji,
jauhkan sifat dengki dan iri

supaya dirimu tidak melengas,
jauhkan sifat bermalas-malas

supaya dirimu tidak tergadai,
jauhkan sifat berlalai-lalai

supaya dirimu tidak ternoda,
jauhkan sifat mengada-ada

supaya dirimu tak dapat malu,
jauhkan sifat ampu mengampu

supaya dirimu tidak celaka,
jauhkan sifat mengambil muka

supaya matamu tidak buta,
jauhkan sifat mabuk dunia

supaya dirimu tidak terlaknat,
jauhkan sifat jilat menjilat

bila engkau menanggung beban,
selesaikan cepat sebelum bentan

bila engkau ada berhutang,
bayarlah cepat sebelum petang

bila engkau dipercaya orang,
jangan sekali main belakang

bila sumpah sudah diucapkan,
hidup mati engkau taatkan

bila janji sudah diikat,
hidup mati jangan khianat

mungkir janji binasalah diri
melanggar sumpah menjadi sampah

janji pantang dipungkiri
sumpah pantang dilapah

kalau sudah mengucapkan sumpah,
hidup dan mati jangan diubah

kalau sudah mengikat janji,
di situlah tempat engkau mati

kalau terlanjur kaki melangkah,
cepat-cepat surut semula

kalau tersesat di ujung jalan,
cepat berbalik ke pangkal jalan

kalau terlanjur berbuat salah,
bergegaslah engkau minta ampun-Nya

kalau tersalah kepada umat,
mohonkan maafnya bercepat-cepat

wahai anak dengarlah amanah,
ingat-ingat engkau berjalan
jangan dengar bujukan setan
hawa nafsu jangan turutkan
pertolongan Allah engkau turutkan

kalau hidup engkau melarat,
ringankan tulang kencangkan urat
bekerja keras apa yang dapat
jangan dikira penat dan tenat

kalau mendapat harta berlimpah,
ingat kepada orang yang susah
jauhi sifat sombong serakah
banyakkan amal dengan sedekah

kalau mendapat rahmat Allah,
wajib bagimu mensyukurinya

kalau anak dianiaya orang,
kepada Allah tempat berpegang

kalau anak ditimpa malang,
hadapi dengan dada lapang

kalau anak ditimpa musibah,
berserah diri kepada Allah

sebelum melangkah bulatkan tekad,
jangan fikirkan jauh dan dekat

kalau engkau berjalan jauh
sakit susah jangan mengeluh
petuah amanah jadikan suluh
ilmu di dada peganglah teguh
hati-hati engkau berjalan
petuah amanah jangan lupakan
tunjuk ajar jangan abaikan
ilmu di dada jadi pedoman
wahai anak dengarlah amanah:
sebelum berjalan tengok pelangkah
sebelum berbuat kenang petuah
sebelum berkata ingat amanah
kalau duduk dalam berguru,
jangan sekali berlagak tahu

kalau duduk dengan ibu bapa,
jangan sekali bermasam muka

kalau duduk di dalam banjar,
jangan sekali cabar mencabar

kalau duduk di dalam negeri,
jangan sekali membesarkan diri

kalau duduk di rantau orang,
jangan sekali bersifat temberang

kalau duduk di dalam kampung,
jangan sekali asung mengasung

kalau duduk dengan orang banyak,
jagalah sikap, elokkan akhlak

kalau duduk dengan orang ramai,
jagalah mulut, elokkan perangai

kalau duduk berpatut-patut,
jagalah lidah, peliharalah mulut

kalau duduk dengan orang tua,
jagalah laku, elokkan sila

kalau duduk dalam gelanggang,
jagalah kaki, elokkan lenggang

kalau duduk dalam mufakat,
jagalah budi elokkan sifat

kalau duduk dalam majelis,
bersihkan hati muka pun manis

yang hutang wajib disandang
yang beban wajib ditahan
yang hak wajib dipinak
yang benar wajib didengar
yang patut wajib diikut
yang kewajiban patut dijalankan
yang amanah wajib dijaga
yang petuah wajib dipelihara
kalau hidup di helat jamu,
jagalah aib peliharalah malu

wahai anak dengarlah amanah,
peliharalah nama, jagalah marwah
peliharalah budi, luruskan hati
peliharalah agama, tegakkan sunnah
peliharalah sifat, tegakkan adat
peliharalah lidah, tegakkan tuah
peliharalah laku tegakkan ilmu
peliharalah iman, tegakkan kebenaran

sama serumah jangan memfitnah
sama sekampung jangan menyombong
sama sebanjar jangan mengasar
sama senegeri jangan mengiri
sama sebangsa jangan memaksa

seperiuk nasi jangan mencaci
sepiring makan jangan menyeman
sekelambu jangan cemburu
setikar jangan mendakar
selapik jangan mengusik
sebaya jangan aniaya
sepermainan jangan memakan
seatap jangan menyelap
sesampan jangan mengaibkan
seperahu jangan memberi malu

sama seiring jangan menengking
sama sejalan jangan melendan

jangan menggunting dalam lipatan
pepat di luar runcing di dalam
telunjuk lurus kelingking berkait
di mulut manis di hati pahit

dalam berbual gunakan akal
dalam bercakap gunakan adab
dalam berkata gunakan lembaga

bercakap jangan mengulum lidah
berjalan jangan melintang langkah
didahulukan jangan menyepak
dikemudiankan jangan menumit
dituakan jangan menyalah
dikemudiankan jangan berbeka
diketepikan jangan mengiri
didudukkan jangan merajuk
ditegakkan jangan membengak
dibesarkan jangan menengkar
ditinggikan jangan meninggi

bila melenggang turutlah undang
bila berbuat turutlah adat
bila berkata turutlah sunnah
bila bergerak turutlah syarak
bila berjalan turutlah iman

dalam berguru janganlah ragu
dalam nenuntut janganlah surut
dalam belajar janganlah ingkar
dalam mencontoh janganlah bergaduh
dalam meneladan jangan menyeman

bersandar engkau pada yang benar
tegak engkau pada yang hak
berdiri engkau di telaga budi
melangkah engkau di jalan Allah
berteduh engkau pada yang senonoh
duduk engkau pada yang elok

kalau duduk, duduk berguru
kalau tegak, tegak bertanya
berguru engkau pada yang tahu
bertanya engkau pada yang benar
mencontoh engkau pada yang senonoh
meneladan engkau pada yang sepadan

wahai anak dengarlah petuah,
tuntutlah ilmu sehabis nyawa
sakit dan susah jangan dikira
ilmu yang ada harus ditambah
kepada tetangga jaga menjaga
tulang urat jangan berkira
jangan sekali berbuat angkara
supaya hidupmu dalam sejahtera

kepada kawan segan menyegan
dalam bergaul seiring jalan

dalam makan sepiring makan
jangan sekali mengaibmalukan

kepada sahabat ingat mengingat
berkasih sayang sepanjang hayat
jangan sekali berdendam kesumat
jangan pula dengki dan hasat

kepada saudara bela pelihara
lebih dan kurang usah berkira
tenggang menenggang rasa merasa
tinggi dan rendah sama setara

kepada pemimpin hendaklah setia
jangan sekali engkau durhaka
taati undang dengan hukumnya
patuhi adat dengan lembaga

kepada ibu bapak hendaklah taat
jasanya besar wajib diingat
jangan durhaka dengki khianat
jangan dicerca pantang mengumpat
jangan berkata tidak beradat

wahai anak dengarlah amanah,
kepada orang elokkan sangka
jangan sekali menuduh menomah

yang sahabat jangan diumpat
yang saudara jangan dicerca
yang kawan jangan dilendan
yang teman jangan dimakan
yang keluarga jangan dilaga
yang kerabat jangan dikhianat
yang saudara mara jangan didera
yang tetangga jangan dihina

yang lemah jangan dianiaya
yang lesi jangan diperkuli
yang kalah jangan dilapah
yang bodoh jangan dicemooh
yang bebal yang dijual
yang hina jangan dinista
yang sakit jangan dihimpit
yang sempit jangan dipersulit
yang susah jangan dibelasah
yang menderita jangan dikata
yang melarat jangan dicacat
yang pekak jangan dibentak
yang buta jangan dilanda
yang pandir jangan diusir

yang alim jangan dijauhi
yang tua jangan dilangkahi
yang muda jangan suruh menepi
yang sebaya jangan dikeji

wahai anak dengarlah petuah,
memandang jangan ke atas saja
memuji jangan karena diberi
menyanjung jangan karena untung
jangan khianat karena pangkat
jangan aniaya karena kaya

jangan bergaduh karena bodoh
jangan lari karena lesi

jangan berebut laba ke perut
jangan bergendang karena kenyang

jangan putuskan tali saudara
jangan dicencang tali darah

karena merugi pantang mengiri
karena berlaba pantang durhaka

karena dapat pantang mengumpat
karena kalah pantang memfitnah

karena lapar pantang bertengkar
karena harta pantang berbantah

wahai anak dengarlah amanah,
jangan kusutkan rantau selesai
jangan keruhkan tepian jernih
jangan dicoreng arang ke kening
jangan mengoyak baju di badan
jangan menyingkap kain di pinggang

berkata pantang menjilat ludah
memberi pantang menjilat siku

tua jangan mengada-ada
tua menjadi tempat amanah

kaya jangan menghina orang,
kaya menjadi tempat meminta

bijak jangan membodohi orang,
bijak menjadi tempat tegak

pandai jangan menipu orang,
pandai menjadi tempat bertanya

tinggi jangan menimpa orang,
tinggi menjadi suluh negeri

besar jangan melendan orang
besar menjadi tempat berteduh

berani jangan melesaikan orang,
berani menjadi pelapis dada
kuat jangan mematahkan orang
kuat menjadi tempat bersandar

kuasa jangan menganiaya orang,
kuasa jadi tempat bernaung

wahai anak peganglah amanah:
cerdik jangan menjual orang
cerdik menjadi penyambung lidah

wahai anak peganglah petuah,
sifat adil wajib kau pegang
adil menyukat benar menimbang
adil mengukur sama panjang
kalau anak memberi petunjuk,
berilah ilmu baik dan elok

memberi petuah jangan menyalah
memberi amanah jangan bertingkah
memberi nasehat jangan menyesat
memberi petunjuk jangan mengeruk
kalau anak memberi nasehat
berilah ilmu yang membawa berkat

126 kalau memberi petuah amanah,
maniskan muka lembutkan lidah
niat semata karena lillah
mohonkan ampun bila tersalah
127 kalau memberi petuah amanah,
maniskan muka lembutkan lidah
niat semata karena lillah
mohonkan ampun bila tersalah
jangan menyombong menggagah-gagah
jangan bercakap yang tak semenggah
jangan duduk aib terdedah
jangan tegak malu tersimbah
kalau anak memberi amanah,
berilah petunjuk yang berfaedah

kalau anak dituakan orang,
pandai-pandai dalam menenggang
bersikap adil berdada lapang
hati ikhlas fikiran panjang
berbuat jangan sewenang-wenang
berkata lurus muka belakang

kalau anak di rantau orang,
fahami betul pantang dan larang

kalau anak hidup beramai
maniskan muka elokkan perangai

kalau anak hidup bermasyarakat
bertenggang rasa berbaik niat

kalau anak hidup serumah
bersihkan hati lembutkan lidah

kalau anak hidup berkaum
utamakan sifat semakan seminum

kalau anak hidup berbangsa
utamakan sifat rasa merasa

kalau anak hidup di banjar
utamakan sifat ajar mengajar

kalau anak hidup di ladang
utamakan sifat tenggang menenggang

kalau anak hidup di dusun
utamakan sifat santun menyantun

kalau anak hidup di negeri
utamakan sifat kasih mengasihi

kalau anak hidup di kampung
utamakan sifat tolong menolong

wahai ananda dengarlah amanah,
kalau hidup peganglah wakil
kalau mati peganglah manat
pegang petuah dengan amanah
bila memberi jangan mencaci,
bila berbudi jangan memaki

bila bersedekah jangan menyergah,
bila berinfak jangan melagak

bila menolong jangan menggulung,
bila membantu jangan menipu

menolong jangan mengambil muka,
tolonglah dengan bermanis muka

menolong jangan disebut-sebut
tolonglah dengan berlemah lembut

menolong jangan mengharap pangkat,
tolonglah dengan berlurus niat

menolong jangan mengharap balas,
tolonglah dengan hati yang ikhlas

menolong jangan mengharap puji,
tolonglah dengan hati yang suci

menolong jangan mengharapkan upah
tolonglah olehmu karena lillah

menolong anak yatim piatu
menolong orang menuntut ilmu
menolong orang yang tidak mampu

gunakan ilmu untuk menolong
menolong orang yang teraniaya
menolong orang dalam bahaya
menolong orang dalam musibah
menolong orang di dalam susah

tiru olehmu ilmu padi,
semakin merunduk semakin berisi

ilmu jangan disia-siakan,
amalkan olehmu pada kebajikan
berbuat baik engkau kekalkan
tolong menolong engkau utamakan

ilmu jangan dipermain-mainkan
pantang sekali dilagak-lagakkan

wahai ananda dengarlah amanah
bersyukurlah engkau kepada Allah
pergunakan ilmu karena Allah

manfaatkan ilmu pada yang patut,
supaya tak sia-sia anak menuntut

manfaatkan diri pada kebajikan
membela yang hak, menegakkan keadilan

manfaatkan ilmu pada yang terpuji
menjaga diri membela negeri

peliharalah petuah amanah ini
pahatkan olehmu di dalam hati
kalau jaga dijadikan tongkat
kalau tidur jadikan selimut
161 apalah petuah dan amanah hamba:
petuah amanah orang tua-tua
petuah diterima hamba panjangkan
amanah didapat hamba wariskan
162 apalah petuah dan amanah hamba:
petuah amanah orang tua-tua
petuah diterima hamba panjangkan
amanah didapat hamba wariskan
hamba turunkan kepada anak
hamba wariskan kepada anak
supaya hidup tidak tercampak
kalau mati tiada rusak
maka seperti kata orang tua-tua:
sebelum melangkah pegang petuah
sebelum berjalan amanah dipadan
untuk bekal anak berjalan
bekal tak lapuk oleh hujan
bekal tak lekang oleh panas
bekal berisi tunjuk ajar
bekal hidup dan bekal mati
bekal tak dapat dialih ganti

yang dituju sudah bertemu
yang dicinta sudah bersua
yang ditunang sudah dipegang
yang diidam sudah faham

yang dikaji sudah difahami
pinta boleh ucap pun kabul
hajat dapat niat pun sampai

umpama berjalan lah sampai ke batas
umpama menyukat lah sampai ke had
yang dituntut sudah dapat
yang dicari sudah ditemui

wahai ananda hamba bermanat,
simak olehmu petuah amanah
peganglah dengan hati yang bulat
semoga Allah memberimu rahmat
kinilah sampai saat ketikanya
engkau melangkah meninggalkan hamba
sudah kau salin ilmu di dada
sudah kau timba tunjuk ajarnya