Title
adil jangan menyesatkan orang
Subject
Petua
Creator
Tenas Effendy
Source
Tunjuk Ajar Melayu
Identifier
3519
Text
berjalanlah engkau dengan bismillah
mohon bimbingan kepada Allah
hamba iringkan dengan doa
semoga engkau diberkahi Allah
usailah sudah petuah amanah
menyampaikan hutang sesama manusia
kepada Allah kita berserah
semoga hidup selamat sejahtera
wahai anak dengarlah amanah,
ilmu terima hamba ikhlaskan
mana yang baik engkau amalkan
jikalau buruk jangan disimpan
hidup di dunia hanya sekejap,
luruskan iman benarkan ucap
hidup di dunia jangan terbuang
dunia diisi akhirat dituang
di dunia selamat akhirat tenang
barulah sempurna menjadi orang
hidup di dunia tidakkan lama,
taatlah engkau dalam agama
hidup di dunia tidakkan kekal,
bergegaslah engkau menyiapkan bekal
hidup di dunia hanya sebentar,
manfaatkan olehmu tunjuk dan ajar
ingatlah hidup akan mati
siapkan bekal di akhirat nanti
hidup di dunia amatlah singkat,
carilah bekal bercepat-cepat
bila datang orang mengumpat,
sabarkan hati supaya ingat
bila datang orang menyanjung,
janganlah engkau menjadi sombong
bila datang orang memuji,
janganlah engkau lupakan diri
bila datang orang mencaci,
jangan kau simpan di dalam hati
bila datang orang memfitnah,
butakan mata pekakkan telinga
bila datang orang menghasut,
bujuk rayunya jangan kau turut
bila orang datang berguru,
ajari olehmu mana yang tahu
bila orang datang bertanya,
jawab olehmu dengan jujurnya
bila orang meminta pendapat,
janganlah engkau berlaku khianat
bila orang meminta perlindungan,
janganlah engkau berlepas tangan
bila orang meminta bantu,
janganlah engkau menutup pintu
bila orang meminta nasehat,
janganlah engkau berlaku jahat
bila orang meminta tolong,
janganlah engkau berlagak sombong
wahai anak peganglah amanah:
aib orang jangan disimbah
malu orang jangan didedah
kelemahan orang jangan dicacat
kebodohan orang jangan diungkat
supaya mati tidak menyesal,
selagi hidup banyakkan amal
supaya hidupmu beroleh rahmat,
mengerjakan ibadah hendaklah taat
supaya hidupmu beroleh berkah,
banyakkan sujud menyembah Allah
supaya selamat dunia akhirat,
banyakkan amal, kuatkan ibadat
supaya dirimu tidak ternista,
jauhkan sifat bohong dan dusta
supaya dirimu tidak terlapah,
jauhkan sifat tomah dan fitnah
supaya dirimu tidak tersesat,
jauhkan sifat hasung dan hasad
supaya dirimu tidak melarat,
jauhkan sifat dengki khianat
supaya dirimu tidak terkeji,
jauhkan sifat dengki dan iri
supaya dirimu tidak melengas,
jauhkan sifat bermalas-malas
supaya dirimu tidak tergadai,
jauhkan sifat berlalai-lalai
supaya dirimu tidak ternoda,
jauhkan sifat mengada-ada
supaya dirimu tak dapat malu,
jauhkan sifat ampu mengampu
supaya dirimu tidak celaka,
jauhkan sifat mengambil muka
supaya matamu tidak buta,
jauhkan sifat mabuk dunia
supaya dirimu tidak terlaknat,
jauhkan sifat jilat menjilat
bila engkau menanggung beban,
selesaikan cepat sebelum bentan
bila engkau ada berhutang,
bayarlah cepat sebelum petang
bila engkau dipercaya orang,
jangan sekali main belakang
bila sumpah sudah diucapkan,
hidup mati engkau taatkan
bila janji sudah diikat,
hidup mati jangan khianat
mungkir janji binasalah diri
melanggar sumpah menjadi sampah
janji pantang dipungkiri
sumpah pantang dilapah
kalau sudah mengucapkan sumpah,
hidup dan mati jangan diubah
kalau sudah mengikat janji,
di situlah tempat engkau mati
kalau terlanjur kaki melangkah,
cepat-cepat surut semula
kalau tersesat di ujung jalan,
cepat berbalik ke pangkal jalan
kalau terlanjur berbuat salah,
bergegaslah engkau minta ampun-Nya
kalau tersalah kepada umat,
mohonkan maafnya bercepat-cepat
wahai anak dengarlah amanah,
ingat-ingat engkau berjalan
jangan dengar bujukan setan
hawa nafsu jangan turutkan
pertolongan Allah engkau turutkan
kalau hidup engkau melarat,
ringankan tulang kencangkan urat
bekerja keras apa yang dapat
jangan dikira penat dan tenat
kalau mendapat harta berlimpah,
ingat kepada orang yang susah
jauhi sifat sombong serakah
banyakkan amal dengan sedekah
kalau mendapat rahmat Allah,
wajib bagimu mensyukurinya
kalau anak dianiaya orang,
kepada Allah tempat berpegang
kalau anak ditimpa malang,
hadapi dengan dada lapang
kalau anak ditimpa musibah,
berserah diri kepada Allah
sebelum melangkah bulatkan tekad,
jangan fikirkan jauh dan dekat
kalau engkau berjalan jauh
sakit susah jangan mengeluh
petuah amanah jadikan suluh
ilmu di dada peganglah teguh
hati-hati engkau berjalan
petuah amanah jangan lupakan
tunjuk ajar jangan abaikan
ilmu di dada jadi pedoman
wahai anak dengarlah amanah:
sebelum berjalan tengok pelangkah
sebelum berbuat kenang petuah
sebelum berkata ingat amanah
kalau duduk dalam berguru,
jangan sekali berlagak tahu
kalau duduk dengan ibu bapa,
jangan sekali bermasam muka
kalau duduk di dalam banjar,
jangan sekali cabar mencabar
kalau duduk di dalam negeri,
jangan sekali membesarkan diri
kalau duduk di rantau orang,
jangan sekali bersifat temberang
kalau duduk di dalam kampung,
jangan sekali asung mengasung
kalau duduk dengan orang banyak,
jagalah sikap, elokkan akhlak
kalau duduk dengan orang ramai,
jagalah mulut, elokkan perangai
kalau duduk berpatut-patut,
jagalah lidah, peliharalah mulut
kalau duduk dengan orang tua,
jagalah laku, elokkan sila
kalau duduk dalam gelanggang,
jagalah kaki, elokkan lenggang
kalau duduk dalam mufakat,
jagalah budi elokkan sifat
kalau duduk dalam majelis,
bersihkan hati muka pun manis
yang hutang wajib disandang
yang beban wajib ditahan
yang hak wajib dipinak
yang benar wajib didengar
yang patut wajib diikut
yang kewajiban patut dijalankan
yang amanah wajib dijaga
yang petuah wajib dipelihara
kalau hidup di helat jamu,
jagalah aib peliharalah malu
wahai anak dengarlah amanah,
peliharalah nama, jagalah marwah
peliharalah budi, luruskan hati
peliharalah agama, tegakkan sunnah
peliharalah sifat, tegakkan adat
peliharalah lidah, tegakkan tuah
peliharalah laku tegakkan ilmu
peliharalah iman, tegakkan kebenaran
sama serumah jangan memfitnah
sama sekampung jangan menyombong
sama sebanjar jangan mengasar
sama senegeri jangan mengiri
sama sebangsa jangan memaksa
seperiuk nasi jangan mencaci
sepiring makan jangan menyeman
sekelambu jangan cemburu
setikar jangan mendakar
selapik jangan mengusik
sebaya jangan aniaya
sepermainan jangan memakan
seatap jangan menyelap
sesampan jangan mengaibkan
seperahu jangan memberi malu
sama seiring jangan menengking
sama sejalan jangan melendan
jangan menggunting dalam lipatan
pepat di luar runcing di dalam
telunjuk lurus kelingking berkait
di mulut manis di hati pahit
dalam berbual gunakan akal
dalam bercakap gunakan adab
dalam berkata gunakan lembaga
bercakap jangan mengulum lidah
berjalan jangan melintang langkah
didahulukan jangan menyepak
dikemudiankan jangan menumit
dituakan jangan menyalah
dikemudiankan jangan berbeka
diketepikan jangan mengiri
didudukkan jangan merajuk
ditegakkan jangan membengak
dibesarkan jangan menengkar
ditinggikan jangan meninggi
bila melenggang turutlah undang
bila berbuat turutlah adat
bila berkata turutlah sunnah
bila bergerak turutlah syarak
bila berjalan turutlah iman
dalam berguru janganlah ragu
dalam nenuntut janganlah surut
dalam belajar janganlah ingkar
dalam mencontoh janganlah bergaduh
dalam meneladan jangan menyeman
bersandar engkau pada yang benar
tegak engkau pada yang hak
berdiri engkau di telaga budi
melangkah engkau di jalan Allah
berteduh engkau pada yang senonoh
duduk engkau pada yang elok
kalau duduk, duduk berguru
kalau tegak, tegak bertanya
berguru engkau pada yang tahu
bertanya engkau pada yang benar
mencontoh engkau pada yang senonoh
meneladan engkau pada yang sepadan
wahai anak dengarlah petuah,
tuntutlah ilmu sehabis nyawa
sakit dan susah jangan dikira
ilmu yang ada harus ditambah
kepada tetangga jaga menjaga
tulang urat jangan berkira
jangan sekali berbuat angkara
supaya hidupmu dalam sejahtera
kepada kawan segan menyegan
dalam bergaul seiring jalan
dalam makan sepiring makan
jangan sekali mengaibmalukan
kepada sahabat ingat mengingat
berkasih sayang sepanjang hayat
jangan sekali berdendam kesumat
jangan pula dengki dan hasat
kepada saudara bela pelihara
lebih dan kurang usah berkira
tenggang menenggang rasa merasa
tinggi dan rendah sama setara
kepada pemimpin hendaklah setia
jangan sekali engkau durhaka
taati undang dengan hukumnya
patuhi adat dengan lembaga
kepada ibu bapak hendaklah taat
jasanya besar wajib diingat
jangan durhaka dengki khianat
jangan dicerca pantang mengumpat
jangan berkata tidak beradat
wahai anak dengarlah amanah,
kepada orang elokkan sangka
jangan sekali menuduh menomah
yang sahabat jangan diumpat
yang saudara jangan dicerca
yang kawan jangan dilendan
yang teman jangan dimakan
yang keluarga jangan dilaga
yang kerabat jangan dikhianat
yang saudara mara jangan didera
yang tetangga jangan dihina
yang lemah jangan dianiaya
yang lesi jangan diperkuli
yang kalah jangan dilapah
yang bodoh jangan dicemooh
yang bebal yang dijual
yang hina jangan dinista
yang sakit jangan dihimpit
yang sempit jangan dipersulit
yang susah jangan dibelasah
yang menderita jangan dikata
yang melarat jangan dicacat
yang pekak jangan dibentak
yang buta jangan dilanda
yang pandir jangan diusir
yang alim jangan dijauhi
yang tua jangan dilangkahi
yang muda jangan suruh menepi
yang sebaya jangan dikeji
wahai anak dengarlah petuah,
memandang jangan ke atas saja
memuji jangan karena diberi
menyanjung jangan karena untung
jangan khianat karena pangkat
jangan aniaya karena kaya
jangan bergaduh karena bodoh
jangan lari karena lesi
jangan berebut laba ke perut
jangan bergendang karena kenyang
jangan putuskan tali saudara
jangan dicencang tali darah
karena merugi pantang mengiri
karena berlaba pantang durhaka
karena dapat pantang mengumpat
karena kalah pantang memfitnah
karena lapar pantang bertengkar
karena harta pantang berbantah
wahai anak dengarlah amanah,
jangan kusutkan rantau selesai
jangan keruhkan tepian jernih
jangan dicoreng arang ke kening
jangan mengoyak baju di badan
jangan menyingkap kain di pinggang
berkata pantang menjilat ludah
memberi pantang menjilat siku
tua jangan mengada-ada
tua menjadi tempat amanah
kaya jangan menghina orang,
kaya menjadi tempat meminta
bijak jangan membodohi orang,
bijak menjadi tempat tegak
pandai jangan menipu orang,
pandai menjadi tempat bertanya
tinggi jangan menimpa orang,
tinggi menjadi suluh negeri
besar jangan melendan orang
besar menjadi tempat berteduh
berani jangan melesaikan orang,
berani menjadi pelapis dada
kuat jangan mematahkan orang
kuat menjadi tempat bersandar
kuasa jangan menganiaya orang,
kuasa jadi tempat bernaung
wahai anak peganglah amanah:
cerdik jangan menjual orang
cerdik menjadi penyambung lidah
wahai anak peganglah petuah,
sifat adil wajib kau pegang
adil menyukat benar menimbang
adil mengukur sama panjang
kalau anak memberi petunjuk,
berilah ilmu baik dan elok
memberi petuah jangan menyalah
memberi amanah jangan bertingkah
memberi nasehat jangan menyesat
memberi petunjuk jangan mengeruk
kalau anak memberi nasehat
berilah ilmu yang membawa berkat
126 kalau memberi petuah amanah,
maniskan muka lembutkan lidah
niat semata karena lillah
mohonkan ampun bila tersalah
127 kalau memberi petuah amanah,
maniskan muka lembutkan lidah
niat semata karena lillah
mohonkan ampun bila tersalah
jangan menyombong menggagah-gagah
jangan bercakap yang tak semenggah
jangan duduk aib terdedah
jangan tegak malu tersimbah
kalau anak memberi amanah,
berilah petunjuk yang berfaedah
kalau anak dituakan orang,
pandai-pandai dalam menenggang
bersikap adil berdada lapang
hati ikhlas fikiran panjang
berbuat jangan sewenang-wenang
berkata lurus muka belakang
kalau anak di rantau orang,
fahami betul pantang dan larang
kalau anak hidup beramai
maniskan muka elokkan perangai
kalau anak hidup bermasyarakat
bertenggang rasa berbaik niat
kalau anak hidup serumah
bersihkan hati lembutkan lidah
kalau anak hidup berkaum
utamakan sifat semakan seminum
kalau anak hidup berbangsa
utamakan sifat rasa merasa
kalau anak hidup di banjar
utamakan sifat ajar mengajar
kalau anak hidup di ladang
utamakan sifat tenggang menenggang
kalau anak hidup di dusun
utamakan sifat santun menyantun
kalau anak hidup di negeri
utamakan sifat kasih mengasihi
kalau anak hidup di kampung
utamakan sifat tolong menolong
wahai ananda dengarlah amanah,
kalau hidup peganglah wakil
kalau mati peganglah manat
pegang petuah dengan amanah
bila memberi jangan mencaci,
bila berbudi jangan memaki
bila bersedekah jangan menyergah,
bila berinfak jangan melagak
bila menolong jangan menggulung,
bila membantu jangan menipu
menolong jangan mengambil muka,
tolonglah dengan bermanis muka
menolong jangan disebut-sebut
tolonglah dengan berlemah lembut
menolong jangan mengharap pangkat,
tolonglah dengan berlurus niat
menolong jangan mengharap balas,
tolonglah dengan hati yang ikhlas
menolong jangan mengharap puji,
tolonglah dengan hati yang suci
menolong jangan mengharapkan upah
tolonglah olehmu karena lillah
menolong anak yatim piatu
menolong orang menuntut ilmu
menolong orang yang tidak mampu
gunakan ilmu untuk menolong
menolong orang yang teraniaya
menolong orang dalam bahaya
menolong orang dalam musibah
menolong orang di dalam susah
tiru olehmu ilmu padi,
semakin merunduk semakin berisi
ilmu jangan disia-siakan,
amalkan olehmu pada kebajikan
berbuat baik engkau kekalkan
tolong menolong engkau utamakan
ilmu jangan dipermain-mainkan
pantang sekali dilagak-lagakkan
wahai ananda dengarlah amanah
bersyukurlah engkau kepada Allah
pergunakan ilmu karena Allah
manfaatkan ilmu pada yang patut,
supaya tak sia-sia anak menuntut
manfaatkan diri pada kebajikan
membela yang hak, menegakkan keadilan
manfaatkan ilmu pada yang terpuji
menjaga diri membela negeri
peliharalah petuah amanah ini
pahatkan olehmu di dalam hati
kalau jaga dijadikan tongkat
kalau tidur jadikan selimut
161 apalah petuah dan amanah hamba:
petuah amanah orang tua-tua
petuah diterima hamba panjangkan
amanah didapat hamba wariskan
162 apalah petuah dan amanah hamba:
petuah amanah orang tua-tua
petuah diterima hamba panjangkan
amanah didapat hamba wariskan
hamba turunkan kepada anak
hamba wariskan kepada anak
supaya hidup tidak tercampak
kalau mati tiada rusak
maka seperti kata orang tua-tua:
sebelum melangkah pegang petuah
sebelum berjalan amanah dipadan
untuk bekal anak berjalan
bekal tak lapuk oleh hujan
bekal tak lekang oleh panas
bekal berisi tunjuk ajar
bekal hidup dan bekal mati
bekal tak dapat dialih ganti
yang dituju sudah bertemu
yang dicinta sudah bersua
yang ditunang sudah dipegang
yang diidam sudah faham
yang dikaji sudah difahami
pinta boleh ucap pun kabul
hajat dapat niat pun sampai
umpama berjalan lah sampai ke batas
umpama menyukat lah sampai ke had
yang dituntut sudah dapat
yang dicari sudah ditemui
wahai ananda hamba bermanat,
simak olehmu petuah amanah
peganglah dengan hati yang bulat
semoga Allah memberimu rahmat
kinilah sampai saat ketikanya
engkau melangkah meninggalkan hamba
sudah kau salin ilmu di dada
sudah kau timba tunjuk ajarnya
mohon bimbingan kepada Allah
hamba iringkan dengan doa
semoga engkau diberkahi Allah
usailah sudah petuah amanah
menyampaikan hutang sesama manusia
kepada Allah kita berserah
semoga hidup selamat sejahtera
wahai anak dengarlah amanah,
ilmu terima hamba ikhlaskan
mana yang baik engkau amalkan
jikalau buruk jangan disimpan
hidup di dunia hanya sekejap,
luruskan iman benarkan ucap
hidup di dunia jangan terbuang
dunia diisi akhirat dituang
di dunia selamat akhirat tenang
barulah sempurna menjadi orang
hidup di dunia tidakkan lama,
taatlah engkau dalam agama
hidup di dunia tidakkan kekal,
bergegaslah engkau menyiapkan bekal
hidup di dunia hanya sebentar,
manfaatkan olehmu tunjuk dan ajar
ingatlah hidup akan mati
siapkan bekal di akhirat nanti
hidup di dunia amatlah singkat,
carilah bekal bercepat-cepat
bila datang orang mengumpat,
sabarkan hati supaya ingat
bila datang orang menyanjung,
janganlah engkau menjadi sombong
bila datang orang memuji,
janganlah engkau lupakan diri
bila datang orang mencaci,
jangan kau simpan di dalam hati
bila datang orang memfitnah,
butakan mata pekakkan telinga
bila datang orang menghasut,
bujuk rayunya jangan kau turut
bila orang datang berguru,
ajari olehmu mana yang tahu
bila orang datang bertanya,
jawab olehmu dengan jujurnya
bila orang meminta pendapat,
janganlah engkau berlaku khianat
bila orang meminta perlindungan,
janganlah engkau berlepas tangan
bila orang meminta bantu,
janganlah engkau menutup pintu
bila orang meminta nasehat,
janganlah engkau berlaku jahat
bila orang meminta tolong,
janganlah engkau berlagak sombong
wahai anak peganglah amanah:
aib orang jangan disimbah
malu orang jangan didedah
kelemahan orang jangan dicacat
kebodohan orang jangan diungkat
supaya mati tidak menyesal,
selagi hidup banyakkan amal
supaya hidupmu beroleh rahmat,
mengerjakan ibadah hendaklah taat
supaya hidupmu beroleh berkah,
banyakkan sujud menyembah Allah
supaya selamat dunia akhirat,
banyakkan amal, kuatkan ibadat
supaya dirimu tidak ternista,
jauhkan sifat bohong dan dusta
supaya dirimu tidak terlapah,
jauhkan sifat tomah dan fitnah
supaya dirimu tidak tersesat,
jauhkan sifat hasung dan hasad
supaya dirimu tidak melarat,
jauhkan sifat dengki khianat
supaya dirimu tidak terkeji,
jauhkan sifat dengki dan iri
supaya dirimu tidak melengas,
jauhkan sifat bermalas-malas
supaya dirimu tidak tergadai,
jauhkan sifat berlalai-lalai
supaya dirimu tidak ternoda,
jauhkan sifat mengada-ada
supaya dirimu tak dapat malu,
jauhkan sifat ampu mengampu
supaya dirimu tidak celaka,
jauhkan sifat mengambil muka
supaya matamu tidak buta,
jauhkan sifat mabuk dunia
supaya dirimu tidak terlaknat,
jauhkan sifat jilat menjilat
bila engkau menanggung beban,
selesaikan cepat sebelum bentan
bila engkau ada berhutang,
bayarlah cepat sebelum petang
bila engkau dipercaya orang,
jangan sekali main belakang
bila sumpah sudah diucapkan,
hidup mati engkau taatkan
bila janji sudah diikat,
hidup mati jangan khianat
mungkir janji binasalah diri
melanggar sumpah menjadi sampah
janji pantang dipungkiri
sumpah pantang dilapah
kalau sudah mengucapkan sumpah,
hidup dan mati jangan diubah
kalau sudah mengikat janji,
di situlah tempat engkau mati
kalau terlanjur kaki melangkah,
cepat-cepat surut semula
kalau tersesat di ujung jalan,
cepat berbalik ke pangkal jalan
kalau terlanjur berbuat salah,
bergegaslah engkau minta ampun-Nya
kalau tersalah kepada umat,
mohonkan maafnya bercepat-cepat
wahai anak dengarlah amanah,
ingat-ingat engkau berjalan
jangan dengar bujukan setan
hawa nafsu jangan turutkan
pertolongan Allah engkau turutkan
kalau hidup engkau melarat,
ringankan tulang kencangkan urat
bekerja keras apa yang dapat
jangan dikira penat dan tenat
kalau mendapat harta berlimpah,
ingat kepada orang yang susah
jauhi sifat sombong serakah
banyakkan amal dengan sedekah
kalau mendapat rahmat Allah,
wajib bagimu mensyukurinya
kalau anak dianiaya orang,
kepada Allah tempat berpegang
kalau anak ditimpa malang,
hadapi dengan dada lapang
kalau anak ditimpa musibah,
berserah diri kepada Allah
sebelum melangkah bulatkan tekad,
jangan fikirkan jauh dan dekat
kalau engkau berjalan jauh
sakit susah jangan mengeluh
petuah amanah jadikan suluh
ilmu di dada peganglah teguh
hati-hati engkau berjalan
petuah amanah jangan lupakan
tunjuk ajar jangan abaikan
ilmu di dada jadi pedoman
wahai anak dengarlah amanah:
sebelum berjalan tengok pelangkah
sebelum berbuat kenang petuah
sebelum berkata ingat amanah
kalau duduk dalam berguru,
jangan sekali berlagak tahu
kalau duduk dengan ibu bapa,
jangan sekali bermasam muka
kalau duduk di dalam banjar,
jangan sekali cabar mencabar
kalau duduk di dalam negeri,
jangan sekali membesarkan diri
kalau duduk di rantau orang,
jangan sekali bersifat temberang
kalau duduk di dalam kampung,
jangan sekali asung mengasung
kalau duduk dengan orang banyak,
jagalah sikap, elokkan akhlak
kalau duduk dengan orang ramai,
jagalah mulut, elokkan perangai
kalau duduk berpatut-patut,
jagalah lidah, peliharalah mulut
kalau duduk dengan orang tua,
jagalah laku, elokkan sila
kalau duduk dalam gelanggang,
jagalah kaki, elokkan lenggang
kalau duduk dalam mufakat,
jagalah budi elokkan sifat
kalau duduk dalam majelis,
bersihkan hati muka pun manis
yang hutang wajib disandang
yang beban wajib ditahan
yang hak wajib dipinak
yang benar wajib didengar
yang patut wajib diikut
yang kewajiban patut dijalankan
yang amanah wajib dijaga
yang petuah wajib dipelihara
kalau hidup di helat jamu,
jagalah aib peliharalah malu
wahai anak dengarlah amanah,
peliharalah nama, jagalah marwah
peliharalah budi, luruskan hati
peliharalah agama, tegakkan sunnah
peliharalah sifat, tegakkan adat
peliharalah lidah, tegakkan tuah
peliharalah laku tegakkan ilmu
peliharalah iman, tegakkan kebenaran
sama serumah jangan memfitnah
sama sekampung jangan menyombong
sama sebanjar jangan mengasar
sama senegeri jangan mengiri
sama sebangsa jangan memaksa
seperiuk nasi jangan mencaci
sepiring makan jangan menyeman
sekelambu jangan cemburu
setikar jangan mendakar
selapik jangan mengusik
sebaya jangan aniaya
sepermainan jangan memakan
seatap jangan menyelap
sesampan jangan mengaibkan
seperahu jangan memberi malu
sama seiring jangan menengking
sama sejalan jangan melendan
jangan menggunting dalam lipatan
pepat di luar runcing di dalam
telunjuk lurus kelingking berkait
di mulut manis di hati pahit
dalam berbual gunakan akal
dalam bercakap gunakan adab
dalam berkata gunakan lembaga
bercakap jangan mengulum lidah
berjalan jangan melintang langkah
didahulukan jangan menyepak
dikemudiankan jangan menumit
dituakan jangan menyalah
dikemudiankan jangan berbeka
diketepikan jangan mengiri
didudukkan jangan merajuk
ditegakkan jangan membengak
dibesarkan jangan menengkar
ditinggikan jangan meninggi
bila melenggang turutlah undang
bila berbuat turutlah adat
bila berkata turutlah sunnah
bila bergerak turutlah syarak
bila berjalan turutlah iman
dalam berguru janganlah ragu
dalam nenuntut janganlah surut
dalam belajar janganlah ingkar
dalam mencontoh janganlah bergaduh
dalam meneladan jangan menyeman
bersandar engkau pada yang benar
tegak engkau pada yang hak
berdiri engkau di telaga budi
melangkah engkau di jalan Allah
berteduh engkau pada yang senonoh
duduk engkau pada yang elok
kalau duduk, duduk berguru
kalau tegak, tegak bertanya
berguru engkau pada yang tahu
bertanya engkau pada yang benar
mencontoh engkau pada yang senonoh
meneladan engkau pada yang sepadan
wahai anak dengarlah petuah,
tuntutlah ilmu sehabis nyawa
sakit dan susah jangan dikira
ilmu yang ada harus ditambah
kepada tetangga jaga menjaga
tulang urat jangan berkira
jangan sekali berbuat angkara
supaya hidupmu dalam sejahtera
kepada kawan segan menyegan
dalam bergaul seiring jalan
dalam makan sepiring makan
jangan sekali mengaibmalukan
kepada sahabat ingat mengingat
berkasih sayang sepanjang hayat
jangan sekali berdendam kesumat
jangan pula dengki dan hasat
kepada saudara bela pelihara
lebih dan kurang usah berkira
tenggang menenggang rasa merasa
tinggi dan rendah sama setara
kepada pemimpin hendaklah setia
jangan sekali engkau durhaka
taati undang dengan hukumnya
patuhi adat dengan lembaga
kepada ibu bapak hendaklah taat
jasanya besar wajib diingat
jangan durhaka dengki khianat
jangan dicerca pantang mengumpat
jangan berkata tidak beradat
wahai anak dengarlah amanah,
kepada orang elokkan sangka
jangan sekali menuduh menomah
yang sahabat jangan diumpat
yang saudara jangan dicerca
yang kawan jangan dilendan
yang teman jangan dimakan
yang keluarga jangan dilaga
yang kerabat jangan dikhianat
yang saudara mara jangan didera
yang tetangga jangan dihina
yang lemah jangan dianiaya
yang lesi jangan diperkuli
yang kalah jangan dilapah
yang bodoh jangan dicemooh
yang bebal yang dijual
yang hina jangan dinista
yang sakit jangan dihimpit
yang sempit jangan dipersulit
yang susah jangan dibelasah
yang menderita jangan dikata
yang melarat jangan dicacat
yang pekak jangan dibentak
yang buta jangan dilanda
yang pandir jangan diusir
yang alim jangan dijauhi
yang tua jangan dilangkahi
yang muda jangan suruh menepi
yang sebaya jangan dikeji
wahai anak dengarlah petuah,
memandang jangan ke atas saja
memuji jangan karena diberi
menyanjung jangan karena untung
jangan khianat karena pangkat
jangan aniaya karena kaya
jangan bergaduh karena bodoh
jangan lari karena lesi
jangan berebut laba ke perut
jangan bergendang karena kenyang
jangan putuskan tali saudara
jangan dicencang tali darah
karena merugi pantang mengiri
karena berlaba pantang durhaka
karena dapat pantang mengumpat
karena kalah pantang memfitnah
karena lapar pantang bertengkar
karena harta pantang berbantah
wahai anak dengarlah amanah,
jangan kusutkan rantau selesai
jangan keruhkan tepian jernih
jangan dicoreng arang ke kening
jangan mengoyak baju di badan
jangan menyingkap kain di pinggang
berkata pantang menjilat ludah
memberi pantang menjilat siku
tua jangan mengada-ada
tua menjadi tempat amanah
kaya jangan menghina orang,
kaya menjadi tempat meminta
bijak jangan membodohi orang,
bijak menjadi tempat tegak
pandai jangan menipu orang,
pandai menjadi tempat bertanya
tinggi jangan menimpa orang,
tinggi menjadi suluh negeri
besar jangan melendan orang
besar menjadi tempat berteduh
berani jangan melesaikan orang,
berani menjadi pelapis dada
kuat jangan mematahkan orang
kuat menjadi tempat bersandar
kuasa jangan menganiaya orang,
kuasa jadi tempat bernaung
wahai anak peganglah amanah:
cerdik jangan menjual orang
cerdik menjadi penyambung lidah
wahai anak peganglah petuah,
sifat adil wajib kau pegang
adil menyukat benar menimbang
adil mengukur sama panjang
kalau anak memberi petunjuk,
berilah ilmu baik dan elok
memberi petuah jangan menyalah
memberi amanah jangan bertingkah
memberi nasehat jangan menyesat
memberi petunjuk jangan mengeruk
kalau anak memberi nasehat
berilah ilmu yang membawa berkat
126 kalau memberi petuah amanah,
maniskan muka lembutkan lidah
niat semata karena lillah
mohonkan ampun bila tersalah
127 kalau memberi petuah amanah,
maniskan muka lembutkan lidah
niat semata karena lillah
mohonkan ampun bila tersalah
jangan menyombong menggagah-gagah
jangan bercakap yang tak semenggah
jangan duduk aib terdedah
jangan tegak malu tersimbah
kalau anak memberi amanah,
berilah petunjuk yang berfaedah
kalau anak dituakan orang,
pandai-pandai dalam menenggang
bersikap adil berdada lapang
hati ikhlas fikiran panjang
berbuat jangan sewenang-wenang
berkata lurus muka belakang
kalau anak di rantau orang,
fahami betul pantang dan larang
kalau anak hidup beramai
maniskan muka elokkan perangai
kalau anak hidup bermasyarakat
bertenggang rasa berbaik niat
kalau anak hidup serumah
bersihkan hati lembutkan lidah
kalau anak hidup berkaum
utamakan sifat semakan seminum
kalau anak hidup berbangsa
utamakan sifat rasa merasa
kalau anak hidup di banjar
utamakan sifat ajar mengajar
kalau anak hidup di ladang
utamakan sifat tenggang menenggang
kalau anak hidup di dusun
utamakan sifat santun menyantun
kalau anak hidup di negeri
utamakan sifat kasih mengasihi
kalau anak hidup di kampung
utamakan sifat tolong menolong
wahai ananda dengarlah amanah,
kalau hidup peganglah wakil
kalau mati peganglah manat
pegang petuah dengan amanah
bila memberi jangan mencaci,
bila berbudi jangan memaki
bila bersedekah jangan menyergah,
bila berinfak jangan melagak
bila menolong jangan menggulung,
bila membantu jangan menipu
menolong jangan mengambil muka,
tolonglah dengan bermanis muka
menolong jangan disebut-sebut
tolonglah dengan berlemah lembut
menolong jangan mengharap pangkat,
tolonglah dengan berlurus niat
menolong jangan mengharap balas,
tolonglah dengan hati yang ikhlas
menolong jangan mengharap puji,
tolonglah dengan hati yang suci
menolong jangan mengharapkan upah
tolonglah olehmu karena lillah
menolong anak yatim piatu
menolong orang menuntut ilmu
menolong orang yang tidak mampu
gunakan ilmu untuk menolong
menolong orang yang teraniaya
menolong orang dalam bahaya
menolong orang dalam musibah
menolong orang di dalam susah
tiru olehmu ilmu padi,
semakin merunduk semakin berisi
ilmu jangan disia-siakan,
amalkan olehmu pada kebajikan
berbuat baik engkau kekalkan
tolong menolong engkau utamakan
ilmu jangan dipermain-mainkan
pantang sekali dilagak-lagakkan
wahai ananda dengarlah amanah
bersyukurlah engkau kepada Allah
pergunakan ilmu karena Allah
manfaatkan ilmu pada yang patut,
supaya tak sia-sia anak menuntut
manfaatkan diri pada kebajikan
membela yang hak, menegakkan keadilan
manfaatkan ilmu pada yang terpuji
menjaga diri membela negeri
peliharalah petuah amanah ini
pahatkan olehmu di dalam hati
kalau jaga dijadikan tongkat
kalau tidur jadikan selimut
161 apalah petuah dan amanah hamba:
petuah amanah orang tua-tua
petuah diterima hamba panjangkan
amanah didapat hamba wariskan
162 apalah petuah dan amanah hamba:
petuah amanah orang tua-tua
petuah diterima hamba panjangkan
amanah didapat hamba wariskan
hamba turunkan kepada anak
hamba wariskan kepada anak
supaya hidup tidak tercampak
kalau mati tiada rusak
maka seperti kata orang tua-tua:
sebelum melangkah pegang petuah
sebelum berjalan amanah dipadan
untuk bekal anak berjalan
bekal tak lapuk oleh hujan
bekal tak lekang oleh panas
bekal berisi tunjuk ajar
bekal hidup dan bekal mati
bekal tak dapat dialih ganti
yang dituju sudah bertemu
yang dicinta sudah bersua
yang ditunang sudah dipegang
yang diidam sudah faham
yang dikaji sudah difahami
pinta boleh ucap pun kabul
hajat dapat niat pun sampai
umpama berjalan lah sampai ke batas
umpama menyukat lah sampai ke had
yang dituntut sudah dapat
yang dicari sudah ditemui
wahai ananda hamba bermanat,
simak olehmu petuah amanah
peganglah dengan hati yang bulat
semoga Allah memberimu rahmat
kinilah sampai saat ketikanya
engkau melangkah meninggalkan hamba
sudah kau salin ilmu di dada
sudah kau timba tunjuk ajarnya
