Title
Agak lalu, paham tertumbuk
Subject
Ungkapan
Creator
Tenas Effendy
Source
Ungkapan Tradisional Melayu-Riau (I)
Identifier
24526
Text
Berlaku buruk cepat terpuruk
berlaku jahat, cepat terkebat
berlaku jahanam, cepat terbenam
berlaku garang, cepat jadi arang
berlaku busuk, cepat pesuk
berlaku aniaya, cepat cedera
berlaku khianat, cepat lumat
Agak lalu, paham tertumbuk
Angan lalu, akal tertumbuk
yang disebut raja yang empat:
pertama raja di hadapan (yakni puan, tepak, dan tamu serta jemputan)
kedua raja disembah, yakni adil, bijak, dan benar serta lurus dan setia)
ketiga raja dikasihi, (yakni anak-anak dan orang muda-muda)
keempat raja dibenci (yakni, anak bini orang, harta benda orang, adat pusaka orang)
Biar buruk asal elok, dapat dipakai
walau elok tapi buruk, tak ada gunanya (dibuang)
Genting tidak memutuskan,
cabik tidak meliangkan
Centing tidak memutus,
cabik tidak menembuk
Retak tidak membawa belah,
sumbing tidak meluakkan
Dengan adik hendaklah baik,
dengan abang hendaklah sayang
Dengan adik banyakkan selidik,
dengan abang banyakkan timbang
Dengan sahabat banyakkan minat
dengan kawan banyakkan sopan
Dengan anak tunak dan pinak,
dengan keluarga pelihara dan jaga
Dengan orang tua jauhkan durhaka
dengan saudara-mara jauhkan aniaya
Dengan tetangga jauhkan kira,
dengan induk semang jauhkan sumbang
Yang bodoh jangan dipiuh
yang pandir jangan disindir
yang baik jangan diusik
yang rajin jangan dilenjin
yang susah jangan dibelasah
yang buta jangan dikata
yang pekak jangan dibentak
yang bebal jangan disambal
yang pandai jangan dicutai
yang buruk jangan diolok
Yang menang jangan ditimang,
yang kalah jangan dipelelah
yang jatuh jangan digocoh
Yang sempit jangan disepit (apit),
yang lemah jangan ditomah
yang sakit jangan dihimpit
yang teruk jangan dipuruk
yang malang jangan dikilang
yang melarat jangan dijerat
yang sengsara jangan didera
Yang beruntung jangan disanjung
yang malang jangan dibuang
yang rugi jangan dikeji
yang tua jangan diperdaya,
yang alim jangan dizalim
yang raja jangan dicerca
yang penghulu jangan diseteru
yang dubalang jangan disilang
yang datuk jangan dikutuk
Yang patah jangan dikerkah
yang lesi jangan dibenci
yang lapar jangan ditampar
yang miskin jangan dipilin
berlaku jahat, cepat terkebat
berlaku jahanam, cepat terbenam
berlaku garang, cepat jadi arang
berlaku busuk, cepat pesuk
berlaku aniaya, cepat cedera
berlaku khianat, cepat lumat
Agak lalu, paham tertumbuk
Angan lalu, akal tertumbuk
yang disebut raja yang empat:
pertama raja di hadapan (yakni puan, tepak, dan tamu serta jemputan)
kedua raja disembah, yakni adil, bijak, dan benar serta lurus dan setia)
ketiga raja dikasihi, (yakni anak-anak dan orang muda-muda)
keempat raja dibenci (yakni, anak bini orang, harta benda orang, adat pusaka orang)
Biar buruk asal elok, dapat dipakai
walau elok tapi buruk, tak ada gunanya (dibuang)
Genting tidak memutuskan,
cabik tidak meliangkan
Centing tidak memutus,
cabik tidak menembuk
Retak tidak membawa belah,
sumbing tidak meluakkan
Dengan adik hendaklah baik,
dengan abang hendaklah sayang
Dengan adik banyakkan selidik,
dengan abang banyakkan timbang
Dengan sahabat banyakkan minat
dengan kawan banyakkan sopan
Dengan anak tunak dan pinak,
dengan keluarga pelihara dan jaga
Dengan orang tua jauhkan durhaka
dengan saudara-mara jauhkan aniaya
Dengan tetangga jauhkan kira,
dengan induk semang jauhkan sumbang
Yang bodoh jangan dipiuh
yang pandir jangan disindir
yang baik jangan diusik
yang rajin jangan dilenjin
yang susah jangan dibelasah
yang buta jangan dikata
yang pekak jangan dibentak
yang bebal jangan disambal
yang pandai jangan dicutai
yang buruk jangan diolok
Yang menang jangan ditimang,
yang kalah jangan dipelelah
yang jatuh jangan digocoh
Yang sempit jangan disepit (apit),
yang lemah jangan ditomah
yang sakit jangan dihimpit
yang teruk jangan dipuruk
yang malang jangan dikilang
yang melarat jangan dijerat
yang sengsara jangan didera
Yang beruntung jangan disanjung
yang malang jangan dibuang
yang rugi jangan dikeji
yang tua jangan diperdaya,
yang alim jangan dizalim
yang raja jangan dicerca
yang penghulu jangan diseteru
yang dubalang jangan disilang
yang datuk jangan dikutuk
Yang patah jangan dikerkah
yang lesi jangan dibenci
yang lapar jangan ditampar
yang miskin jangan dipilin
