Title
Akal lenyap, budi pun lesap
Subject
Ungkapan
Creator
Tenas Effendy
Source
Ungkapan Tradisional Melayu-Riau (VIII)
Identifier
34055
Text
Lagak macam raja, hidup pada orang tua (di ketiak)
Makan angkat, tanda hidup kan tersekat
Kalau makan puji, alamat kan terkeji
Kalau makan sanjung, alamat kan tersandung
Kalau makan suap, alamat kan tertiarap
Kalau makan hasung, alamat kan lancung
Kalau makan gosok, alamat kan pesuk
Kalau makan cakap, alamat kan terperangkap
Kalau makan hasat, alamat kan sesat
Kalau makan fitnah, alamat kan punah
Yang baik tak makan usik
Yang elok tak makan gosok
Yang amanah tak makan fitnah
Pantangan orang
Pekarang orang
Termakan pekarang orang
Kena pekarang orang
Sakit dibuat orang
Suka temberang, kena pekarang orang
Di kampung orang, ingat pekarang orang
Kalau termakan pekarang orang, tak sempat menunggu nasi terjerang
Banyak orang, banyak pekarangnya
Jangan mencari pekarang orang
Terlanggar pantang, kena pekarang
Badan melidi, cakap menjadi-jadi
Hutang pantang
Menebus pantang
Tak berpantang
Termakan pantang
Pantangan nenek moyang
Besar kepantangan
Memijak pantang
Berebut pantang
Memikul pantang
Membuang pantang
Di kurung pantang
Di mana tumpah darah, di sana budi di curah
Di mana menumpang hidup, di sana budi di tiup
Di mana dahan digantung (bergantung), di sana budi di junjung
Ada pantang, ada hutangnya
Besar pantang, besar hutangnya
Lepas pantang
Dalam pantang
Terlanggar pantang
Karena budi sedikit, banyak hilang penyakit
Di mana bernak cucu, di sana budi dipangku
Di mana berumah tangga, di sana budi di jaga
Di mana rumah ditingkat, di sana budi diikat
Di mana sampan bertambat, di sana budi diikat
Di mana perahu berlabuh, di sana budi dikayuh
Di sana membentang kelambu, di sana budi djamu
Di mana darah titik, di sana budi di petik
Di mana kail dikipas, di sana budi di lepas
Di mana periuk dijerang, di sana budi dipasang
Di mana mencari makan, di sana budi disimpan
Di mana hidup menumpang, di sana budi di pancang
Di mana menetap, di sana budi diharap
Di mana tinggal, di sana budi dipukal
Di mana diam, di sana budi ditanam
Di mana sesap penjeramian, di sana kampung halaman
Kalau lepas ke rimba, banyakkan jaga
Di mana antah dikisik, di sana darah menitik
Di mana singgah, di sana memunggah
Di mana tanah dipijak, di sana rumah dicacak
Di mana langit dijunjung, di sana terkembang payung
Di mana api makan, di sana puntungnya (arang, abu)
Di mana janji diikat, di sana budi dibuat
Di mana air disauk, di sana budi dipangguk
