aniaya kepada saudara
khianat kepada sahabat

Title

aniaya kepada saudara
khianat kepada sahabat

Subject

Ungkapan

Creator

Tenas Effendy

Source

Pemimpin Menurut Acuan Adat Melayu Riau

Identifier

5864

Text

hati goyang akal bercabang
hati berkarat fikiran tumpat
hati berbulu tak tahu malu
hati lancung kepala kosong
hati sempit akal berbelit
hati culas akal melengas
hati pemalas lidah pedas
hati pemarah peringai pongah
hati tamak fikiran kemak
hati berlumut fikiran kusut
hati beku fikiran buntu
hati busuk fikiran suntuk

dada hampa kepala kosong
dada sempit fikiran lancung

makan menghabiskan
minum mengeringkan

ketika senang tak ingat orang
ketika susah menyembah-nyembah
ketika kaya tak ingat saudara
ketika melarat mencari kerabat

telunjuk lurus kelingking berkait
menggunting dalam lipatan
didahulukan ia menendang
dikemudiankan ia menumit
bercakap mengulum lidah
berjanji tidak diisi
cerdik menjual kawan
berani melesikan teman
kuat mematahkan sahabat

karena serakah lupa petuah
karena tamank lupa ibu bapak
karena loba lupa saudara
karena kedekut lupa pengikut
karena bakhil lupakan wakil

karena nafsu lupakan guru
karena selera lupakan amanah
karena pangkat lupakan nasehat

mengejar pangkat mau menjilat
mengejar harta mau menista
mengejar kedudukan mau melendan
mengejar dunia mau aniaya

ke atas mengampu
ke bawah memalu
ke atas menjilat
ke bawah mengikat
ke atas menyembah
ke bawah melepah
ke atas memuji
ke bawah mengeji

memerintah menurutkan selera
menghukum memilih kaum

menimbang tidak setimbang
menyukat tidak sesukat
mengukur tidak seukur
memakai tidak sesuai

dalam musyawarah berbantah-bantah
dalam berunding tuding menuding
dalam bermufakat cacat mencacat

duduk beramai memandai-mandai
duduk bersama mengada-ada
duduk di rumah sunggah menyunggah
duduk di kampung sombong menyombong
duduk di negeri iri mengiri
duduk di helat umpat mengumpat
duduk di dusun hamun menghamun

sesama keluarga laga melaga
sesama kawan makan memakan
sesama teman lendan melendan
sesama bangsa mangsa memangsa
sesama tetangga cerca mencerca
sesama ummat lumat melumat

berkawan dengan setan, berguru pada nafsu
beraja ada selera, bersahabat pada maksiat
berlabuh pada yang senonoh
berhenti pada yang tak berbudi
berumah pada yang tak semenggah
berkampung pada yang lancung
bersandar pada yang ingkar
bergantung pada yang serong
berpijak pada yang rusak

durhaka pada yang tua
aniaya pada yang muda
khianat pada sebaya
mendengki pada saudara

bekerja malas, memimpin culas
malu bersusah, enggan ke tanah

kalau duduk buruk memburuk
kalau tegak bentak membentak
kalau berdiri maki memaki
kalau berjalan lendan melendan
kalau berbual jual menjual
kalau bekerja aniaya menganiaya
kalau memerintah sunggah menyunggah
kalau berkuasa paksa memaksa
kalau berpangkat hembat menghembat
kalau berkuku seteru berseteru
kalau bertaring tengking menengking
kalau berharta nista menista

diberi tuah kerja menyalah
diberi daulat lupakan umat
diberi kuasa lupakan bangsa
diberi petuah sanggah menyanggah

beriman dimulut, hati berlumut
beriman dilidah, hati tak semenggah

lidah bercabang, langkah menyilang
cakap menyalah, akal bertelingkah

tamak harta, mabuk dunia
loba pangkat, lupa akhirat
kemaruk puji, lupa diri

ke tengah memfitnah, ke tepi mendengki
ke darat mengumpat, ke laut menghasut
ke hulu bersiteru, ke hilir menyindir
ke atas mengampu, ke bawah melapah

aniaya kepada saudara
khianat kepada sahabat

diberi ingat umpat mengumpat
diberi petunjuk kutuk mengutuk
diberi beban mencari yang ringan
diberi tugas berlaku culas
diberi tanggungjawab tak dapat diharap
diberi kerja berleha leha

mendapat laba bertambah loba
mendapat untung bertambah sombong

bila tinggi lupakan diri,
bila rendah berkeluh kesah
bila senang lupakan orang
bila kaya merajalela
bila miskin beralih angin