Apabila hendak membayar hutang,
bekerja keras pagi dan petang

Title

Apabila hendak membayar hutang,
bekerja keras pagi dan petang

Subject

Ungkapan

Creator

Tenas Effendy

Source

Ethos Kerja (Des 2003)

Identifier

9276

Text

Tanda hidup tak tahu diri,
terhadap kerja ianya benci

Tanda hidup tidak beradat,
terhadap kerja ia mengumpat

Tanda hdiup tidak berotak,
terhadap kerja ia mengelak

Tanda hidup tidak bermarwah,
terhadap kerja ia menyalah

Tanda hidup orang celaka,
terhadap kerja ia tak suka

Tanda hidup orang bertuah,
terhadap kerja tidak menyanggah

Tanda tahu berumah tangga,
bekerja rajin tidak terhingga

Tanda tahu menjaga marwah,
menghadapi kerja tidak berkilah

Tanda tahu memegang amanat,
terhadap kerja selalu ingat

Tanda hidup orang berakal,
terhadap kerja tidak meyangkal

Tanda hidup orang berakhlak,
terhadap kerja tidak mengelak

Tanda hidup tidak semenggah,
terhadap kerja ia bertingkah

Tanda hidup tidak senonoh,
terhadap kerja ia mengeluh

Tanda tahu memegang janji,
tahan bersakit kuat mencari

Tanda hidup memegang petuah,
bekerja tidak berlengah-lengah

Tanda hidup orang beriman,
terhadap kerja tidak menyeman

Tanda tahu memegang amanah,

Tanda hidup orang beradat,
terhadap kerja tidak mengumpat

Selagi muda kuat mencari,
sesudah tua berharga diri

Selagi muda mau bersusah
sesudah tua hidup tak payah

Selagi muda kuat melasak,
sesudah tua tuahnya nampak

Selagi muda mau berkubang,
sesudah tua berkahnya datang

Selagi muda membuang peluh,
sesudah tua hidupnya teduh

Tahan berpeluh,
tak kan mengeluh

Tahan berdesak, tak kan sesak

Tahan bersusah, tidak kan susah

Tahan berhujan, tidak kan bentan

tahan berpanas, tak kan melengas

Tahan berlapar, tak kan terlantar

Tanda tahu hidupkan mati,
bekerja keras tiada henti

Tanda tahu beban di bahu,
bekerja keras tiada malu

Tanda tahu membalas budi,
bekerja tidak membilang hari

Tanda tahu membayar hutang,
terhadap kerja tiada pantang

Tanda tahu hutang ke anak,
sembarang kerja tidak mengelak

Sayangkan marwah, rajin ke tanah

Siapa rajin, jadi pemimpin

Siapa malas, hidup terlindas

Siapa penyegan, mati meragan

Siapa lalai, mati kebelai

Siapa tak mau bersakit,
dunia akhirat hidupnya sempit

Siapa tak mau bersusah,
dunia melarat akhirat payah

Siapa malas melasak,
dunia akhirat badan tercampak

Siapa berberat tulang,
dunia akhirat ditimpa malang

Siapa penyegan, mati terlendan

Siapa lalai, mati meragai

Siapa lengah, masuk pelimbah

Siapa malas, beroleh naas

Selagi muda bersakit-sakit
sesudah tua hidup berduit

Selagi muda rajin mengekas,
sesudah tua panjanglah nafas

Rajin mengekas, selera lepas

Rugi manusia membuang kerja,
hina diri tak mau mencari

Rugi diri malas mencari,
rugi bangsa malas bekerja

Rusak parang karena rotan,
rusak orang karena penyegan

Rusak baju karena disalai,
rusak Melayu karena lalai

Rusak kuntum karena benalu,
rusak kaum karena pemalu

Rusak tali karena ditebas,
rusak budi karena pemalas

Sayangkan isteri, kuat mencari

Sayangkan anak, kuat melasak

Sayangkan bangsa, banyak bekerja

Sayangkan kampung, jangan bermenung

Rajin mencari, bertuah diri

Rajin bekerja, hidup bertuah

Rajin mengais, harta tak habis

Rajin ke tanah, harta tak punah

Pantang kayu dikerat orang,
pantang Melayu berat tulang

Pantang mencelup tidak berwarna,
pantang hidup tidak bekerja

Rajin bersusah, tidak kan susah

Rajin melanak, tidak kan sesak

pagi makan kenyang, petang makan tulang

Pagi melenggang, petang mengerang

Pagi melagak, petang merangkak

pagi meraja-raja, petang melata-lata

Pagi berpuas-puas, petang hidup melengas

Pagi makan puas, petang makan ampas

Pantang kayu ditebas-tebas,
pantang Melayu bermalas-malas

Pantang kayu dikerat-kerat,
pantang Melayu bertulang berat

Pagi berlengah-lengah, petang terngah-ngah

Pagi bersedap-sedap, petang terngap-ngap

Pagi bersedap, petang tercungap

Pagi sedap, petang mengidap

Pagi bermanja-manja, petang hidup merana

Pagi bermain-main, petang tidak berkain

Orang berbakti, tidak kan lesi

pagi mengantuk, petang terpuruk

Pagi lalai, petang kebelai

pagi lupa, petang papa

orang giat, tidak kan tenat

Orang lasak, tidak kan sesak

Pagi berpenat-penat, petang beroleh berkat

Pagi bersusah payah, petang beroleh berkah

pagi mengekas, petang bernafas

Pagi tidur, petang kebulur

Malas berpanas, hutang tak lepas

Malas berkubang, tak kan terpandang

Malas bekerja, takkan dipercaya

Malas berguru, tak ada yang tahu

Malas berbuat, tidak mendapat

Malas beramal, tak kan berbekal

Malas bergerak, hutang berkerak

Malas bangkit, selamanya terhimpit

Malas menggapai, aib terburai

Orang rajin, tidak kan lenjin

Orang bekerja, tidak kan papa

Orang beramal, takkan menyesal

malas berjaga, hidup sia-sia

Malas ke ladang, takkan kenyang

Malas bertanak, nasi tak masak

Malas menjirat, tak kan berjala

Malas membaca, buta keta

Malas mengail, tak kan berlauk

malas melasak, tak kan tegak

Malas berbeban, tak kan lepas beban

Malas bersakit, tidak kan bangkit

Malas bersusah, tidak kan ke tengah

Malas berhujan, takkan lepas makan

Malas berpeluh, perut tak penuh

Malas berpenat, tak kan mendapat

Malas bersusah, takkan semenggah

Malas berteruk, tak berisi periuk

Malas bertenun, takkan berkain

malas ke hutan, tak kan berotan

Malas menguit, tak kan berduit

Malas melangkah, tak kan menakah

Malas berjalan, tak lepas makan

Malas menugal hidup menyesal,
malas menuai niat tak sampai

malas ke tanah harta punah
malas ke laut perahu hanyut

Lengah menyeberang ditelan gelombang,
lalai ke pantai dilanda badai

Lengah bekerja hidup sengsara
lalai mencari binasalah diri

Malu bekerja terbuang tuah,
malu mencari celakalah diri

Malu mengekas marwah terlepas,
malu mengais martabat habis

Malu berladang dililit hutang,
malu bertanam muka kan hitam

Malu menguit tidak kan bangkit,
malu berkebun tidak kan bangun

Malas berniaga terbuang harga,
malas berdagang untung terbuang

Malas mengekas terbuang emas,
malas mengais uncang pun kempis

Kuat memukat, nafas tak singkat

Kuat berladang, dada lapang

Kuat berkebun, tua tak berembun

Kuat ke tanah, tertegak rumah

Lengah bekerja, terjual kepala

Lalai mencari, celakalah diri

Lengah mengais, tua menangis

Lalai mengekas, tua meranggas

Lengah ke tanah takkan bertanah,
lalau berkayuh perahu hanyut

Lengah menugal rumah terjual,
lalai menuai badan tergadai

Lengah ke laut mati hanyut,
lalai ke darat mati sesat

Lengah berdayung makan tempurung,
lalai mengupas makan ampas

Kuat menjala, menjauh bala

Kuat menjaring, belanga tak kering

Kuat menabur, berasap dapur

Kuat mengayuh, periuk penuh

Kuat mengekas, hajat lepas

Kuat mengais, aib terkikis

Kuat menebang, hutang lepas

Kuat tebas, luas ladangnya

Kuat mencari, berisi peti

Kuat menugal, beratlah bakul

Kuat mencangkul, penuh bakul

Kalau tak mau membuang tenaga,
emas disimpan menjadi tembaga

Kalau muda bersenang-senang,
sesudah tua golek gelantang

Kalau muda bergoyang kaki,
sesudah tua muka berdaki

Kalau muda asik berbual,
sesudah tua badan terjual

Kalau muda asik melagak,
sesudah tua badan tercampak

Kalau muda tidak mencari,
sesudah tua binasa diri

Ketika pagi tidak berjalan,
bila petang hidup pun bentan

Ketika pagi berlalai-lalai,
bila petang badan terkulai

Kuat cencang, dalam takuknya

Kuat ketam, banyak tatalnya

Jika tak mau bekerja berat,
alamat hidup akan melarat

Jika tak mau bersusah payah,
alamat hidup di bawah-bawah

Jika bekerja tidak bersungguh,
alamat hidup tidak senonoh

Jika tak mau berpenat lelah,
alamat aib akan tersimbah

Jika tak mau bekerja keras,
alamat hidup akan tertindas

Jika tak mau menggerakkan tangan,
alamat hidup akan terlendan

Jika tak mau menggerakkan kaki,
hidup pun sama seperti mati

Jika tak mau membuka selimut,
lambat laun badannya hanyut

Jika bangun meninggi hari,
di situlah tempat binasa diri

Kalau tak mau bekerja,
anak cucu pun teraniaya

Kalau tidak mau ke tanah,
anak bini memakan remah

Kalau tidak mau berkebun,
alamat hutang akan bertimbun

Kalau tak mau bercocok tanam,
anak cucu akan tenggelam

Kalau malas bercocok tanam,
di darat sesat di laut karam

Kalau tak mau bekerja keras,
sampai mati hutang tak lepas

Hanyut badan karena penyegan,
hanyut diri karena tak mencari

Habis pusaka karena tak bekerja,
habis tuah karena berlengah

hilang emas karena malas,
hilang budi karena tak mencari

Ingin senang bantinglah tulang,
ingin selamat bekerja kuat

Ingin kaya banyak bekerja,
ingin maju singsingkan baju

Ingin sentosa banyak bersusah,
ingin terpandang luaskan ladang

Ingin mulia kuatkan daya,
ingin terpuji keraskan hati

Ingat anak cucu siapkan perahu,
ingat anak isteri kuat mencari

Ingat martabat banyak berbuat,
ingat bekal banyakkan amal

Ingat hidup berbasah kuyup,
ingat mati berhujan berhari

Jika hidup berat tulang,
bila mati meninggalkan hutang

Enggan berjalan tak berisi pinggan,
enggan mencari periuk tak berisi

Gila tidur badan tersungkur
gila bermain badan lenjin

Gila termenung terkatung-katung,
gila berkhayal badan terjual

Gila duduk rumah lapuk,
gila mencangkung perut gembung

Enggan menanam kepala terbenam,
enggan melasak badan tercampak

Enggan mencari tak kan berbini,
enggan mengekas tak kan beremas

Enggan berkayuh hidup tak senonoh,
enggan berdayung terkatung-katung