apabila alam menjadi punah,
hidup dan mati takkan semenggah
siang dan malam ditimpa musibah
pikiran kusut hati gelabah

Title

apabila alam menjadi punah,
hidup dan mati takkan semenggah
siang dan malam ditimpa musibah
pikiran kusut hati gelabah

Subject

Ungkapan

Creator

Tenas Effendy

Source

Tunjuk Ajar Melayu

Identifier

5069

Text

siapa merusak kayu kayan,
hati berlumut akal menyeman

tanda orang tidak berbudi,
hutan dan tanah ia habisi

tanda orang tidak beriman,
alam sekitar ia rusakkan

tanda orang tidak berakhlak,
sungai dikotori hutan dirusak

tanda orang tidak berakal,
hutan dirambah tanah dijual

tanda orang tidak bermarwah,
hidup merusak hutan dan tanah

tanda orang tidak beradat,
laut dirusak hutan dibabat

tanda orang tidak amanah,
merusak alam karena serakah

tanda orang hati berbulu,
merusak alam ia tak malu

tanda orang berhati kejam,
kerjanya selalu merusak alam

tanda orang berhati busuk,
merusak alam ia kemaruk

tanda orang tak mensyukuri nikmat,
memanfaatkan alam tak tahu hemat

tanda orang tak tahu diri,
merusak alam setiap hari

siapa suka merusak alam,
akalnya busuk hatinya lebam

siapa suka membinasakan alam,
akal menyalah hati pun hitam

siapa suka merusak lingkungan,
tanda hatinya sudah menyetan

siapa merusak hutan dan tanah,
akalnya bengkok hatinya serakah

siapa merusak laut dan sungai,
itulah tanda buruk perangai

siapa merusak tokong dan pulau,
samalah ia seperti kerbau

siapa merusak rimba larangan,
tanda tak ingat hari kemudian

siapa merusak danau dan tasik,
tanda hatinya sudah fasik

siapa merusak teluk dan tanjung,
tanda hatinya culas dan lancung

siapa merusak lembah dan bukit,
tanda hatinya mengidap penyakit

siapa merusak kampung halaman,
tanda hidupnya tidak beriman

siapa merusak dusun dan ladang,
samalah ia dengan binatang

siapa merusak alam sekitar,
samalah dosanya berbuat makar

kalau hidup hendak selamat,
peliharalah laut beserta selat
peliharalah tanah berhutan lebat

di situ terkandung rezeki dan rahmat
di situ terkandung tamsil ibarat
di situ terkandung aneka nikmat
di situ terkandung beragam manfaat
di situ terkandung petuah adat

kalau terpelihara hutan dan tanah
banyak manfaat besar faedah
bila tersesak panjanglah langkah
bila sempit lari ke tanah

kalau terpelihara alam lingkungan,
banyak manfaat dapat dirasakan:
ada kayu untuk beramu
ada tumbuhan untuk ramuan
ada hewan untuk buruan
ada getah membawa faedah
ada buah membawa berkah
ada rotan penambah penghasilan

kalau terpelihara alam sekitar,
manfaatnya banyak faedahnya besar:

di situ dapat tempat bersandar
di situ dapat tempat berlegar
di situ dapat membuang lapar
di situ adat dapat didengar
di situ kecil menjadi besar
di situ sempit menjadi lebar

apabila rusak alam sekitar,
sempit tidak dapat berlegar
goyah tidak dapat bersandar

panas tidak dapat mengekas
hujan tidak dapat berjalan
teduh tidak dapat berkayuh

apabila alam sudah binasa,
balak turun celaka tiba
hidup melarat terlunta-lunta
pergi ke laut malang menimpa
pergi ke darat miskin dan papa

apabila alam menjadi rusak,
turun temurun hidup kan kemak
pergi ke laut di telan ombak
pergi ke darat kepala tersundak
hidup susah dada pun sesak
periuk terjerang nasi tak masak

apabila alam menjadi punah,
hidup dan mati takkan semenggah
siang dan malam ditimpa musibah
pikiran kusut hati gelabah

apabila rusak alam lingkungan,
di situlah punca segala kemalangan
musibah datang berganti-gantian
celaka melanda tak berkesudahan

apabila rusak alam lingkungan,
hidup sengsara binasalah badan
cacat dan cela jadi langganan
hidup dan mati jadi sesalan

apabila alam porak peranda,
di situlah tumbuh silang sengketa
aib datang malu menimpa
anak cucu hidup merana