Title
apabila alam menjadi rusak,
turun temurun hidup kan kemak
pergi ke laut di telan ombak
pergi ke darat kepala tersundak
hidup susah dada pun sesak
periuk terjerang nasi tak masak
turun temurun hidup kan kemak
pergi ke laut di telan ombak
pergi ke darat kepala tersundak
hidup susah dada pun sesak
periuk terjerang nasi tak masak
Subject
Ungkapan
Creator
Tenas Effendy
Source
Tunjuk Ajar Melayu
Identifier
5068
Text
siapa merusak kayu kayan,
hati berlumut akal menyeman
tanda orang tidak berbudi,
hutan dan tanah ia habisi
tanda orang tidak beriman,
alam sekitar ia rusakkan
tanda orang tidak berakhlak,
sungai dikotori hutan dirusak
tanda orang tidak berakal,
hutan dirambah tanah dijual
tanda orang tidak bermarwah,
hidup merusak hutan dan tanah
tanda orang tidak beradat,
laut dirusak hutan dibabat
tanda orang tidak amanah,
merusak alam karena serakah
tanda orang hati berbulu,
merusak alam ia tak malu
tanda orang berhati kejam,
kerjanya selalu merusak alam
tanda orang berhati busuk,
merusak alam ia kemaruk
tanda orang tak mensyukuri nikmat,
memanfaatkan alam tak tahu hemat
tanda orang tak tahu diri,
merusak alam setiap hari
siapa suka merusak alam,
akalnya busuk hatinya lebam
siapa suka membinasakan alam,
akal menyalah hati pun hitam
siapa suka merusak lingkungan,
tanda hatinya sudah menyetan
siapa merusak hutan dan tanah,
akalnya bengkok hatinya serakah
siapa merusak laut dan sungai,
itulah tanda buruk perangai
siapa merusak tokong dan pulau,
samalah ia seperti kerbau
siapa merusak rimba larangan,
tanda tak ingat hari kemudian
siapa merusak danau dan tasik,
tanda hatinya sudah fasik
siapa merusak teluk dan tanjung,
tanda hatinya culas dan lancung
siapa merusak lembah dan bukit,
tanda hatinya mengidap penyakit
siapa merusak kampung halaman,
tanda hidupnya tidak beriman
siapa merusak dusun dan ladang,
samalah ia dengan binatang
siapa merusak alam sekitar,
samalah dosanya berbuat makar
kalau hidup hendak selamat,
peliharalah laut beserta selat
peliharalah tanah berhutan lebat
di situ terkandung rezeki dan rahmat
di situ terkandung tamsil ibarat
di situ terkandung aneka nikmat
di situ terkandung beragam manfaat
di situ terkandung petuah adat
kalau terpelihara hutan dan tanah
banyak manfaat besar faedah
bila tersesak panjanglah langkah
bila sempit lari ke tanah
kalau terpelihara alam lingkungan,
banyak manfaat dapat dirasakan:
ada kayu untuk beramu
ada tumbuhan untuk ramuan
ada hewan untuk buruan
ada getah membawa faedah
ada buah membawa berkah
ada rotan penambah penghasilan
kalau terpelihara alam sekitar,
manfaatnya banyak faedahnya besar:
di situ dapat tempat bersandar
di situ dapat tempat berlegar
di situ dapat membuang lapar
di situ adat dapat didengar
di situ kecil menjadi besar
di situ sempit menjadi lebar
apabila rusak alam sekitar,
sempit tidak dapat berlegar
goyah tidak dapat bersandar
panas tidak dapat mengekas
hujan tidak dapat berjalan
teduh tidak dapat berkayuh
apabila alam sudah binasa,
balak turun celaka tiba
hidup melarat terlunta-lunta
pergi ke laut malang menimpa
pergi ke darat miskin dan papa
apabila alam menjadi rusak,
turun temurun hidup kan kemak
pergi ke laut di telan ombak
pergi ke darat kepala tersundak
hidup susah dada pun sesak
periuk terjerang nasi tak masak
apabila alam menjadi punah,
hidup dan mati takkan semenggah
siang dan malam ditimpa musibah
pikiran kusut hati gelabah
apabila rusak alam lingkungan,
di situlah punca segala kemalangan
musibah datang berganti-gantian
celaka melanda tak berkesudahan
apabila rusak alam lingkungan,
hidup sengsara binasalah badan
cacat dan cela jadi langganan
hidup dan mati jadi sesalan
apabila alam porak peranda,
di situlah tumbuh silang sengketa
aib datang malu menimpa
anak cucu hidup merana
hati berlumut akal menyeman
tanda orang tidak berbudi,
hutan dan tanah ia habisi
tanda orang tidak beriman,
alam sekitar ia rusakkan
tanda orang tidak berakhlak,
sungai dikotori hutan dirusak
tanda orang tidak berakal,
hutan dirambah tanah dijual
tanda orang tidak bermarwah,
hidup merusak hutan dan tanah
tanda orang tidak beradat,
laut dirusak hutan dibabat
tanda orang tidak amanah,
merusak alam karena serakah
tanda orang hati berbulu,
merusak alam ia tak malu
tanda orang berhati kejam,
kerjanya selalu merusak alam
tanda orang berhati busuk,
merusak alam ia kemaruk
tanda orang tak mensyukuri nikmat,
memanfaatkan alam tak tahu hemat
tanda orang tak tahu diri,
merusak alam setiap hari
siapa suka merusak alam,
akalnya busuk hatinya lebam
siapa suka membinasakan alam,
akal menyalah hati pun hitam
siapa suka merusak lingkungan,
tanda hatinya sudah menyetan
siapa merusak hutan dan tanah,
akalnya bengkok hatinya serakah
siapa merusak laut dan sungai,
itulah tanda buruk perangai
siapa merusak tokong dan pulau,
samalah ia seperti kerbau
siapa merusak rimba larangan,
tanda tak ingat hari kemudian
siapa merusak danau dan tasik,
tanda hatinya sudah fasik
siapa merusak teluk dan tanjung,
tanda hatinya culas dan lancung
siapa merusak lembah dan bukit,
tanda hatinya mengidap penyakit
siapa merusak kampung halaman,
tanda hidupnya tidak beriman
siapa merusak dusun dan ladang,
samalah ia dengan binatang
siapa merusak alam sekitar,
samalah dosanya berbuat makar
kalau hidup hendak selamat,
peliharalah laut beserta selat
peliharalah tanah berhutan lebat
di situ terkandung rezeki dan rahmat
di situ terkandung tamsil ibarat
di situ terkandung aneka nikmat
di situ terkandung beragam manfaat
di situ terkandung petuah adat
kalau terpelihara hutan dan tanah
banyak manfaat besar faedah
bila tersesak panjanglah langkah
bila sempit lari ke tanah
kalau terpelihara alam lingkungan,
banyak manfaat dapat dirasakan:
ada kayu untuk beramu
ada tumbuhan untuk ramuan
ada hewan untuk buruan
ada getah membawa faedah
ada buah membawa berkah
ada rotan penambah penghasilan
kalau terpelihara alam sekitar,
manfaatnya banyak faedahnya besar:
di situ dapat tempat bersandar
di situ dapat tempat berlegar
di situ dapat membuang lapar
di situ adat dapat didengar
di situ kecil menjadi besar
di situ sempit menjadi lebar
apabila rusak alam sekitar,
sempit tidak dapat berlegar
goyah tidak dapat bersandar
panas tidak dapat mengekas
hujan tidak dapat berjalan
teduh tidak dapat berkayuh
apabila alam sudah binasa,
balak turun celaka tiba
hidup melarat terlunta-lunta
pergi ke laut malang menimpa
pergi ke darat miskin dan papa
apabila alam menjadi rusak,
turun temurun hidup kan kemak
pergi ke laut di telan ombak
pergi ke darat kepala tersundak
hidup susah dada pun sesak
periuk terjerang nasi tak masak
apabila alam menjadi punah,
hidup dan mati takkan semenggah
siang dan malam ditimpa musibah
pikiran kusut hati gelabah
apabila rusak alam lingkungan,
di situlah punca segala kemalangan
musibah datang berganti-gantian
celaka melanda tak berkesudahan
apabila rusak alam lingkungan,
hidup sengsara binasalah badan
cacat dan cela jadi langganan
hidup dan mati jadi sesalan
apabila alam porak peranda,
di situlah tumbuh silang sengketa
aib datang malu menimpa
anak cucu hidup merana
